TUGAS ETIKA BISNIS KEDUA
Nama : Qurrota A’yuni Lailiya Rahmah
NIM : 01221011
Kelas : A01
Prodi : Manajemen
1. HAKIKAT BISNIS
Bisnis pada hakikatnya adalah organisasi yang bekerja di tengah-tengah masyarakat atau merupakan sebuah komunitas yang berada di tengah-tengah konunitas lainnya. bisnis mempunyai peran penting dalam kehidupan manusia, mulai dari jaman pra sejarah, abad pertengahan era merkantilisme,fsiokrat,klasik, sampai jaman modern sekarang ini. Bisnis merupakan realita yang sangat kompleks. Kompleksitas bisnis berkaitan langsung dengan kompleksitas masyarakat. Menurut Bertens bisnis sebagai kegiatan sosial pada hakikatnya dapat dipandang dari 3 sudut yang berbeda, yaitu sudut pandang ekonomi, moral, dan hukum.
2. KARAKTERISTIK PROFESI BISNIS
Profesi dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan untuk nafkah hidup dengan menggunakan keahlian dan ketrampilan dengan melibatkan komitmen pribadi dalam melakukan pekerjaan tersebut. Bisnis modern mensyaratkan dan menuntut para pelaku bisnis untuk menjadi orang yang profesional. Orang-orang yang profesional selalu mempunyai komitmen pribadi yang tinggi, yang serius dalam pekerjaannya, yang bertanggung jawab atas pekerjaannya agar tidak sampai merugikan orang lain.
3. PERGESERAN PARADIGMA DARI PENDEKATAN STOCKHOLDER KE PENDEKATAN STAKEHOLDER
Pergeseran paradigma adalah terjadi karena kesadaran akan akibat negatif industrialisasi yang semakin meluas, dan sebagian besar mengorbankan sumber daya alam, dominasi peran capital yang terlalu besar menyebabkan eksploitasi sumber daya alam maupun sumber daya manusia tanpa batas demi mengejar keuntungan financial bagi perusahaan.
4. TANGGUNG JAWAB MORAL & SOSIAL BISNIS DALAM DUNIA MODERN
Tanggung jawab Moral Bisnis Kewajiban utama kepada pemilik dan pemegang saham, karena mereka telah memberikan mandat ekonomi kepada korporasi. Di samping itu, korporasi juga harus tetap peduli dan responsif terhadap tuntut hukum, sosial, politik, dan lingkungan pihak berkepentingan, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar. Dengan demikian, koporasi bertanggung jawab secara sosial dan moral kepada konstituennya, artinya memelihara hubungan yang bertanggungjawab dengan pihak berkepentingan serta peduli dan responsif terhadap tuntutan-tuntutannya berdasarkan standar etika mengenai kejujuran dan keadilan.
Tanggung jawab Sosial Bisnis Memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mencapai laba dengan cara-cara yang sesuai dengan aturan permainan dalam persaingan bebas tanpa penipuan dan kecurangan. Mentaati aturan permainan, dan kesopanan, serta tidak melakukan kecurangan dan penipuan sebenarnya sudah mengandung arti bahwa bisnis sampai batas tertentu mempunyai tanggungjawab moral. Pemerintahlah yang bertugas mengawasi prilaku moral bisnis, dan tidak mempersyaratkan tanggungjawab sosial bisnis yang lebih besar, jadi masyarakat diharapkan mimiliki kepedulian sosial kepada sesame tanpa memandang suku, agama, ras dan kelompok.
Komentar
Posting Komentar